Danau Batur Hapus Citra Buruk
Wajah pariwisata kawasan Danau Batur, Kintamani, Bali, kini telah berubah. Dulu di kawasan ini beredar cerita-cerita ketidakramahan penduduk setempat kepada wisatawan. "Semua cerita yang ada di Kintamani khususnya tentang sewa perahu atau masuk ke daerah Trunyan sudah tidak seperti sebelum tahun 2009. Sudah berubah 99,9 persen," kata Direktur Produk Pariwisata Kemenbudpar, Acyaruddin kepada Kompas.com, Kamis (17/3/2011).
Ia menuturkan saat ini penduduk setempat sudah ramah kepada wisatawan. "Tidak ada lagi kebohongan, tidak ada itu matikan perahu di tengah danau lalu minta tambahan bayaran, dan masuk Trunyan tidak ada pungutan-pungutan," ungkapnya.
Ia mengaku dulu pernah mengalami sendiri kejadian tak mengenakan saat berwisata ke Trunyan. "Saya juga pernah dimatikan mesin perahunya dan diminta tambah bayaran baru dihidupkan," kenangnya.
Namun, beberapa bulan belakangan ia mendengar bahwa kondisi di Danau Batur sudah berbeda. Karena penasaran, ia pun pergi ke Danau Batur pada Januari 2011. "Saya datang sebagai mistery guest. Bukan sebagai direktur atau orang Budpar, jadi turis biasa saja. Saya sempat mengobrol dengan penduduk. Jadi saya sudah buktikan sendiri," jelasnya.
Menurut Acyaruddin perubahan tersebut dapat terwujud karena adanya komitmen antara masyarakat dan pemerintah daerah. Tak hanya itu, wujud fisik pun mengalami perubahan.
Acyaruddin menambahkan, dermaga di Danau Batur diperbaiki menjadi lebih bagus. Begitu pula dengan jalanan pun diperbarui. Selain itu, perahu-perahu dipercantik dengan cat baru untuk menarik wisatawan.
http://travel.kompas.com/read/2011/03/17/18242839/Danau.Batur.Hapus.Citra.Buruk
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar